Sunday, January 15, 2017

Pantang Menyerah

Pantang Menyerah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dia adalah seorang yang pantang menyerah, ia tinggal di sebuah kota yang padat penduduk, ia sekarang menjabat sebagai manajer di salah satu perusahaan ternama di negerinya, ia bernama Rudi. Keseharianya adalah pergi ke kantor dan mengerjakan seluruh tugas dari kantor.

Awalnya ia adalah anak yang bodoh dan malas, ia tidak pernah mendapat peringkat di kelas, ia sekolah SD sampai 8 tahun, smp sampai 4 tahun, ia sedih dan merenungkan apa yang telah ia dapat selama ini.

Di suatu hari ia menyesal atas apa yang telah ia dapat dan ia ingin bunuh diri, lalu ia pergi ke sebuah jembatan yang tinggi, ia bertekad ingin terjun dari atas jembatan itu saat ia hendak melompat dari jembatan ia memandang batu besar di bawah jembatan itu, ia melihat batu itu di tengahnya terdapat lubang yang cukup besar karena terkikis oleh tetesan air dari atas jembatan.

Ia berfikir sejenak “batu itu besar dan kuat tetapi batu yang keras itu bisa berlubang akibat tetesan air dari atas jembatan!, apalagi otakku bila aku terus belajar pasti aku bisa jadi orang pintar” kata rudi dalam hati,

Ia pun tidak jadi bunuh diri, dan sejak ia melihat kejadian itu ia jadi makin giat belajar, benar adanya ia mendapat peringkat 1 di kelasnya dan kini ia menjadi seseorang yang pintar dan sukses.

- HAPPY ENDING -


... baca selengkapnya di Pantang Menyerah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, January 13, 2017

Wiro Sableng #168 : Mayat Kiriman Di Rumah Gadang

Wiro Sableng #168 : Mayat Kiriman Di Rumah Gadang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : KUPU-KUPU GIOK NGARAI SIANOK

SESUAI perjanjian yang dibuat para Datuk Luhak Nan Tigo sebelum berpisah di Ngarai Sianok, Datuk Kuning Nan Sabatang dari Luhak Agam dan Datuk Bandara Putih dari Luhak Limapuluh Kota selepas sholat Asar telah berada di rumah gadang kediaman Datuk Panglima Kayo di Batu Sangkar. Turut kepada gelarnya, Datuk Panglimo Kayo adalah Datuk paling kaya dibandingkan dua Datuk lainnya termasuk Datuk Marajo Sati. Tidak heran kalau rumah gadang kediamannya berdiri megah bergonjong lima. (rumah gadang: rumah besar)

Setelah apa yang terjadi di Ngarai Sianok pagi hari itu, Tiga Datuk pimpinan tiga Luhak merasa perlu dengan segera merundingkan tindakan apa yang akan mereka lakukan sesudah Datuk Marajo Sati yaitu yang menjadi Datuk Pucuk atau Datuk Pimpinan dari Tiga Datuk Luhak Nan Tigo diketahui menyimpan seorang gadis Cina cantik belia di dalam goa kediamannya di Ngarai Sianok.

Ternyata Datuk Panglimo belum sampai di rumah gadang.

"Aneh", kata Datuk Kuning Nan Sabatang. "Seharusnya Datuk Panglimo Kayo lebih dulu tiba daripada kita..."

"Mungkin ada yang dilakukannya lebih dulu sebelum pulang ke sini. Kita nantikan saja. Mudah-mudahan sebentar lagi beliau datang..." Berujar Datuk Bandara Putih.

Sementara menunggu kedatangan Datuk Panglimo Kayo, dua datuk tadi duduk bersila di lantai
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #168 : Mayat Kiriman Di Rumah Gadang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Thursday, January 12, 2017

Gila Ramalan

Gila Ramalan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Menurut kalian salah gak sih kalau gue itu tergila-gila sama ramalan? Ehm engga kan ya? Perkenalkan gue cika si ratu ramalan. Temen-temen gue ngasih julukan tersebut ke gue karena setiap hari gue selalu baca ramalan yang ada di majalah, dan internet buat mengetahui apa yang akan terjadi di hari-hari yang akan gue lewatin, hehe gimana gue pinter kan? Kata sahabat gue si kikan gue itu gila. astaga masih waras begini dibilang gila. kata kikan gue gak perlu baca-baca ramalan untuk tau apa yang akan terjadi di hari-hari gue. Gue sempet mikir begitu juga sih tapi anehnya tiap gue baca ramalan mengenai kejadian di hari gue, ramalan itu selalu benar dan terjadi. Mungkin itu yang membuat gue gila sama ramalan.
Hari ini adalah hari senin seperti hari-hari sebelumnya sebelum sampai gerbang sekolah gue mampir dulu ke toko majalah milik bang eko langganan gue. “pagi neng cika!” sapa bang eko. “pagi juga.” Jawabku. “mau beli majalah biasa kan neng? Nih sudah abang siapkeun.” katanya sambil menyodorkan sebuah majalah. “duh abang eko semangat sekali pagi ini, penglaris ya bang. Haha..” kataku tertawa “si eneng bisa aja. Ya iya atuh pembeli pertama kan buat penglaris neng, kumaha atuh si eneng.” jawabnya dengan bersemangat “ya udah ah bang udah cika mau masuk dulu bentar lagi masuk nih, dah
... baca selengkapnya di Gila Ramalan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sunday, January 8, 2017

Kepompong dan Kupu-Kupu

Kepompong dan Kupu-Kupu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu hari seorang anak menemukan kepompong. Anak itu menganggap kepompong yang ia temukan lucu sekali, bila disentuh ia akan bergerak-gerak. Sejenak setelah anak itu mengamati kepompong, tampak ujung kepompong itu mulai robek.. ternyata sudah waktunya seekor kupu-kupu keluar dari kepompong itu.

Anak itu memperhatikan kejadian yang belum pernah dilihatnya dengan sangat serius. Ia melihat bagaimana seekor kupu-kupu bergerak-gerak mencoba menjejalkan dirinya dalam sebuah lubang sempit agar dapat keluar dari kepompongnya.

Beberapa menit kemudian anak itu sudah dapat melihat kepala dan sebagian tubuh dari kupu-kupu itu. Tetapi ia belum dapat melihat bakal sayapnya, karena memang belum kelihatan. Diam-diam ia mulai penasaran bagaimana wujud sayap kupu-kupu itu. ?Pasti sangat indah? gumamnya. Kupu-kupu itu tampak kesulitan sekali saat mencoba keluar dari kepompong, kelihatannya seperti ada yang tersangkut.

Tiba-tiba seorang anak lain memanggilnya, lalu ia pun pergi bermain-main dengan anak itu. Sekitar satu jam kemudian anak itu kembali lagi dan mengamati kepompong yang akan menetas itu. Ia heran, ternyata kupu-kupu itu belum keluar juga. Kupu-kupu yang sudah setengah kelihatan itu malah hanya diam saja, seolah-olah sudah menyerah dari perjuangannya untuk dapat keluar dari kepompong itu.

Merasa kasihan, anak itu lalu mengambil gunting, lalu memotong sedikit pada lubang di kepompong
... baca selengkapnya di Kepompong dan Kupu-Kupu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, January 6, 2017

Wiro Sableng #15 : Mawar Merah Menuntut Balas

Wiro Sableng #15 : Mawar Merah Menuntut Balas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

ANAK perempuan berumur delapan tahun itu berlari-lari kecil sambil tiada hentinya menyanyi. Di tangan kanannya tergenggam lebih dari selusin tangkai bunga yang baru dipetiknya di dalam hutan. Saat itu matahari pagi telah naik tinggi. Si anak mempercepat larinya. Dia takut kalau kalau orang tuanya mengetahui bahwa dia telah pergi ke hutan lagi. Tentu dia akan dilecut seperti kemarin.

Baru saja dia memasuki jalan kecil yang akan menuju keperkampungan, anak perempuan ini dikejutkan oleh derap kaki kuda yang banyak dan riuh sekali. Dia tak ingin mendapat celaka diterjang kaki-kaki kuda. Cepat-cepat dia menepi dan berlindung di balik sebatang pohon. Tak lama kemudian serombongan penunggang kuda lewat dengan cepat. Si anak tak tahu berapa jumlah mereka semuanya, tapi yang jelas amat banyak dan semua berpakaian serba hitam, rata-rata memelihara kumis melintang serta cambang bawuk yang lebat. Tampang-tampang mereka buas bengis. Dan masing-masing membawa sebilah golok besar di pinggang. Meski rombongan penunggang kuda itu telah berlalu jauh namun debu jalanan masih beterbangan menutupi pemandangan. Setelah debu itu sirna barulah si anak keluar dari balik pohon dan berlari sepanjangjalan menuju ke kampungnya.

Kampung itu terletak di sebuah lembah subur yang dialiri sungai kec
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #15 : Mawar Merah Menuntut Balas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Merdeka Atau Tidak Sama Sekali

Merdeka Atau Tidak Sama Sekali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di sini, di tempat inilah aku terjatuh bersimbah darah, serpihan-serpihan besi alumunium tertancap hampir di seluruh tubuhku, biji-biji peluru belanda kian melengkapi sakaratulku waktu itu, terasa ngilu dan sedikit pegal di punggungku. Sempat bertanya, entah apa yang ku perjuangkan, diri sendiri, keluarga, atau mungkin negeri yang semerawut ini? Genggaman erat bambu runcingpun tak terasa terlepas perlahan, mataku sayup terkantuk menyambut tidur yang ku pastikan akan nyenyak. Teriringi bayang-bayang penyemangat dari seorang sosok pelopor anti penjajah. Seruan kerasnya membuatku tersenyum sesaat sebelum aku…
“Dengarlah aku wahai rakyatku, kita sebagai orang Indonesia harus menjaga harga diri negeri ini, jangan sampai mereka mengambil semuanya dari kita!”
Dengan gagahnya ia menyerukan perlawanan dari penjajahan orang-orang asing itu.
“Kalian jangan diam saja, ayo kita lawan dan kibarkan merah putih di penyangga tertinggi. MERDEKA… MERDEKA… MERDEKA…!”
Semua orang kian berseru ‘MERDEKA… MERDEKA… MERDEKA!’.
Semangatku berkobar, kekuatan juangku dibangkitkannya, tak ada lagi rasa takut, yang ada hanyalah kata ‘Berjuang dan melawan’.
... baca selengkapnya di Merdeka Atau Tidak Sama Sekali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, January 3, 2017

Sepeda Kenangan Dari Ayah

Sepeda Kenangan Dari Ayah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

KKKRRRRIIIINNGGG! KKRRRRRIIINGGGGG!
Suara sepeda yang baru saja dibelikan ayahnya untuk Bima. Ya setelah sekian lama ayahnya menabung untuk kado ulang tahun anak tersayangnya itu. Dibanding dengan kakaknya ayah lebih sayang dengan Bima sampai-sampai apapun yang diinginkan Bima wajib untuk diberikan, walaupun keluarganya dengan posisi pas-pasan. Ayah Bima ingin yang terbaik bagi anaknya agar tak minder dengan teman-temannya yang sudah punya lebih dulu sepeda tersebut.
“Ayah pulang Bu” teriak Bima dari dalam rumah. Bimapun langsung berlari ke luar rumah untuk memastikan itu benar ayahnya yang pulang dengan membawa sepeda.
“Waaahh sepeda baru ya Ayah?” tanya Kakak yang tiba-tiba muncul dari samping rumah.
“Iya, buat Bima, buat kamu juga, buat kalian anak-anak Ayah” kata Ayah sambil merangkul anak-anaknya.
“Ayah dapet uang dari mana?” tanya Ibu yang keluar dari rumah.
“Ayah selama ini nabung Bu, buat anak-anak” kata Ayah dengan lembut.
“Ayah gak mencuri kan?” tuduh Ibu terhadap Ayah. Ya bukannya menuduh tapi hanya Ibu khawatir Ayah memakai uang haram untuk memanjakan anak-anaknya.
“Astagfirullah, Ibu kok bilangnya gitu, Ayah gak mungkin mencuri Bu” kata Ayah membela
“Iya Bu, Ayah tak mungkin begitu” kata Bima dan Kakaknya.
“Astagfirullah, kenapa Ibu bisa menuduh Ayah ya, maaf Yah bukannya Ibu menuduh, tapi kitakan
... baca selengkapnya di Sepeda Kenangan Dari Ayah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1